Sektor Riil Bergerak,“Sang Putri” Pun Kian Andal

 

 

 

 

 

APEL KESIAPAN: Sebagai tanda TA mayor dimulai maka digelar apel dipimpin Direktur Operasi PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia di kantor main office, Jalan Putri Tujuh, Selasa (5/5). f/dok Hendri D 

Oleh : Hendri D 

MATA elang Een sesaat menatap ke meja ke meja tamu di rumahnya di kawasan Bintang, Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai, Provinsi Riau, Senin (11/5I.

Di atas meja meja terdapat id card tempat perusahannya bekerja. Satu perrusahaan dari sekian pihak ketiga yang terlibat dalam proyek turn around (TA) mayor di PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang RU II Dumai. Bagi ayah dua anak ini terlibat di proyek

TA di perusahaan plat merah itu bukan yang kali pertama.Kendati TA minor dan mayor dilakukan dalam periode waktu tertentu. Namun tak urung membawa berkah bagi pria yang telah memasuki kepala empat ini.

Paling tidak koceknya bertambah. Penghasilannya terbilang fantastis untuk ukurannya. Ya, pekerjaan dihitung berdasarkan volume kerja.

Makanya tidak berlebihan kerap pulang ke rumah ketika para tetangga menjemput mimpi di balik selimut, Dikala hanya suara binatang malam bersahut-sahutan di gang sempit menuju rumahnya.

Untuk TA mayor kali ini berlangsung sekitar 45 hari, demi cuan sesaat Een berhenti bekerja serabutan yang telah dilakoninya puluhan tahun.

Berkah yang sama juga dirasakan Adi warga Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Demi memburu rupiah ayah tiga anak itu rela menempuh perjalanan darat menyeberangi selat Sunda menuju wilayah yang dihuni lebih dari 300 ribu jiwa itu.

Dari pelaksanaan TA yang dilakukan sejumlah kilang milik Pertamina, pria berambut lurus itu melalang buana dari satu kilang ke kilang lainnya di tanah air. Lantas apa yang dimaksud  Turn Around (TA) yang di kilang minyak milik

Pertamina Itu? Ya TA  adalah kegiatan pemeliharaan terencana yang mengharuskan penghentian sementara operasi unit atau seluruh kilang.

Berikut adalah tujuan utama pelaksanaan TA Mayor dan Minor di kilang Pertamina:

Adapun tujuan TA mayor (skala besar) mengembalikan kapasitas desain meliputi; memastikan seluruh unit dan peralatan dapat beroperasi kembali sesuai dengan kapasitas rancangan awal (design capacity).

Tak sampai disitu TA juga bertujuan peremajaan dan penggantian peralatan.  Melakukan overhaul, penggantian komponen utama (seperti tube furnace,katalis, atau bejana tekan), serta peremajaan alat yang sudah lewat masa pakai.

Selain itu TA juga bertujuan untuk integritas proses dan keandalan jangka panjang termasuk menjaga reliability (keandalan) dan availability (ketersediaan) kilang untuk periode panjang biasanya Siklus TA mayor dilakukan  5 tahunan.

Dalam mengerjakan TA maka setiap proses kerja memastikan keselamatan dan kepatuhan memenuhi standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment), regulasi pemerintah, serta kode teknis industri migas. Sementara output TA mayor yakni mendukung ketahanan energi nasional, menjaga kontinuitas pasokan BBM, LPG, dan produk turunan lain dalam jangka panjang.

SIAP BEKERJA : Menggunakan kendaraan jenis pik up belasan pekerja turun dari kendaraan Kamis (14/5) tidak jauh dari gate kilang putri tujuh. 

f/dok Hendri D 

Sedangkan tujuan tujuan Turn Around (TA) minor atau pemeliharaan skala kecil atau parsial, perbaikan spesifik/parsial meliputi menangani bagian atau peralatan tertentu yang mengalami penurunan performa tanpa harus menghentikan seluruh kilang secara total.

Dalam TA minor juga dilakukan pembersihan (cleaning) dan inspeksi rutin: Melakukan pemeliharaan ringan, penggantian packing, atau kalibrasi instrumen dan kontrol.

Selain itu TA minor bertujuan menjaga kinerja operasional antar siklus meliputi menambal potensi kerusakan kecil agar unit tetap efisien dan aman sebelum jadwal TA Mayor berikutnya tiba.

Lalu dimana letak perbedaan utama antara Turn Around (TA) Mayor dan Minor pada kilang milik Pertamina? Perbedaan terletak pada skala pekerjaan, durasi penghentian operasional (shutdown), total unit yang terlibat, dan nilai investasinya.

Turn Around sendiri merupakan agenda perawatan besar berkala untuk menjaga keandalan kilang, meningkatkan kapasitas, serta memastikan keselamatan kerja sesuai standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment)

Perbedaan lainnya terletak pada durasi pekerjaan. Untuk TA mayor biasanya lebih  lama, memakan waktu sekitar 30 hingga 45 hari berturut-turut tergantung kompleksitas proyek.

Sementara TA minor lebih singkat, umumnya diselesaikan dalam hitungan hari hingga beberapa minggu saja dilakukan setiap 1 hingga 2 tahun jika diperlukan.

Perbedaan lainnya yakni tenaga kerja dan sumber daya yang dilibatkan. Untuk TA mayor maka melibatkan 3.000 hingga lebih dari 10.000 lebih personil

gabungan internal dan mitra kontraktor local, refional bahkan internasional. Sementara TA minor melibatkan jumlah personil yang jauh lebih terbatas karena cakupan areanya yang terlokalisasi.

Sebelumnya area manager Comrrel PT PPN RU II Dumai Tengku Rum menjelaskan bahwa TA ibarat kendaraan maka kegiatan itu bisa dikatakan pemeliharaan berkala. Selain meningkatkan performa kilang maka kegiatan tersebut termasuk salah satu syarat yang diminta [ihak asuransi sebagai klausal agar klaim bisa diganti jika terjadi insiden di kilang.

Untuk TA mayor kali ini, PT PPN Refinery Unit (RU) II Dumai melaksanakan Turn Around (TA) Mayor 2026 yang resmi dimulai pada 1 Mei 2026 dengan durasi pelaksanaan selama 42 hari.

Adapun tujuan TA mayor loma tahunan itu dilakukan kilang yang juga dikenal dengan sebutan kilang putri tujuh (mengambil legenda pembentukan Kota Dumai) untuk peremajaan peralatan, peningkatan kinerja kilang, dan menjaga keandalan pasokan energi nasional (menopang 16,5 persen  kebutuhan energi Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Unit yang dikerjakan meliputi Hydro Skimming Complex (HSC), Hydrocracking Complex (HCC), serta Heavy Oil Complex (HOC), dengan fokus

utama mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dengan target zero accident.

Sektor Transportasi Bergerak: Selain menggunakan pik up para pekerja program TA mayor menggunakan bus yang disewa kepada pihak ketiga. Tidak itu saja, ojek online kendaraan roda dua dan empat ramai disewa para pekerja menuju kilang, Kamis (14/5). 

f/dok hendri d 

Senior Manager Operation and Manufacturing (SMOM) RU II Dumai, Isnandhi Dwi Saputra mengatakan dalam pelaksanaan TA mayor maka dia menekankan pentingnya kesiapan yang menyeluruh.

Ia juga mengingatkan seluruh pekerja yang terlibat untuk senantiasa mengutamakan keselamatan kerja dengan mematuhi seluruh prosedur HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).

Hal ini, tambah dia,  menegaskan komitmen Perusahaan menjadi aspek HSSE sebagai fondasi fundamental operasional dan prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Selain itu, sebelum rangkaian TA dilaksanakan, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai telah memastikan semua aspek berjalan sesuai dengan prosedur dan regulasi yang pemerintah tetapkan, termasuk aspek ketenagakerjaan. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menerapkan tata kelola yang baik melalui prinsip Good Corporate Governance (GCG). Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai  mendorong seluruh perusahaan vendor yang terlibat pada TA Mayor Kilang Dumai untuk

memastikan pemenuhan – hak pekerja melalui kegiatan Sosialisasi Pengawasan & Kepesertaan Ketenagakerjaan TA dengan menggandeng Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Dumai dan BPJS Ketenagakerjaan Kota Dumai.

Sebagai pertanda bahwa TA mayor dilakukan maka digelar apel dipimpin Direktur Operasi PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia di kanton main office perusahaan itu yang berlokasi di Jalan Putri Tujuh, Selasa (5/5).

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bagi seluruh pekerja, mitra kerja, dan kontraktor bahwa keselamatan merupakan fondasi utama dalam setiap pekerjaan, khususnya pada pekerjaan yang bersifat besar, kompleks, dan penuh tantangan.

Dia berharap TA Mayor dilaksanakan hingga selesai dengan capaian zero accident, on quality, on time, dan on budget. Pentingnya aspek HSSE dalam pemenuhan target tersebut menjadikan tanggung jawab kita bersama untuk terus menjaga kesadaran dan semangat budaya HSSE.

Lebih jauh Didik yakin dengan perencanaan yang matang, kerja sama yang solid, disiplin dalam eksekusi, dan komitmen keselamatan yang tinggi

notabene mampu menyelesaikan Turn Around Mayor ini dengan hasil terbaik: aman, andal, tepat mutu, tepat waktu, dan zero accident.

Sementara itu General Manager PT PPN RU II Dumai, Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa pelaksanaan TA Mayor 2026 Kilang Dumai berlangsung selama 42 hari on to on, termasuk dari shut down hingga start up kembali kilang pada 11 Juni mendatang.

Ditambahkannya, durasi pekerjaan telah dibuat secara terperinci dan telah dilakukan alignment pekerjaan dengan Direksi Pengawas maupun Kontraktor.

Seperti diketahui bahwa kegiatan TA mayor dalam rangka meningkatkan keandalan kiang Putri Tujuh lantas bagaimana dengan aspek ekonomi terlebih sektor riil?

Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan kilang berskala besar atau Turn Around Mayor 2026 PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) tidak hanya menjadi momentum strategis dalam menjaga keandalan operasional kilang guna menopang ketahanan energi nasional. Namun juga menciptakan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Dumai.

DIMANFAATKAN SEKTOR INFORMAL:  Pelaku ekonomi sector informal seperti para asongan termasuk pedagang makanan kecil yang menggunakan gerobak memanfaatan TA mayor untuk mengais rezeki, Kamis (14/5). 

f/dok hendri d 

Kehadiran belasan ribu tenaga kerja TA turut berkontribusi menggerakan roda perekonomian Dumai dari berbagai sektor, mulai dari penginapan,

transportasi, laundry, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal selama 42 hari pelaksanaan TA Mayor berlangsung.

Selama periode itu, Kilang Pertamina Dumai juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM lokal melalui penyediaan kantin pekerja TA sebagai dukungan guna memudahkan para pekerja memenuhi kebutuhan konsumsi harian yang dekat dengan area kilang, yang berlokasi di area parkir Kantor Kuning Kilang Dumai di Jalan Raya Kilang Minyak Putri Tujuh.

Sebanyak 14 UMKM lokal turut menyemarakkan Kantin TA Mayor 2026 yang disediakan oleh Kilang Pertamina Dumai. Beragam pilihan makanan dan minuman disediakan pelaku UMKM, mulai dari menu sarapan, makan siang, hingga makan malam selama pelaksanaan TA Kilang Pertamina Dumai berlangsung.

Dari data yang tercatat selama periode 2 Mei hingga 6 Juni 2026, para pelaku UMKM yang terlibat dalam Kantin TA berhasil membukukan total transaksi lebih dari Rp167 juta. Capaian tersebut menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi yang tercipta melalui pelaksanaan TA Mayor sekaligus menjadi peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha lokal.

Area Manager Communication, Relation,& CSR PT PPN RU II Dumai, Tengku Muhammad Rum mengatakan, penyediaan sarana kantin TA merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan konsumsi pekerja TA terpenuhi dengan baik dan efisien secara waktu, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar.

Selain dirasakan oleh UMKM yang terlibat langsung dalam Kantin TA, dampak ekonomi dari pelaksanaan TA Mayor juga turut dirasakan oleh para pedagang musiman yang berjualan di sepanjang kawasan sekitar kilang dan wilayah Dumai sekitarnya.

Dampak ekonomi juga turut dirasakan oleh para pelaku usaha di sektor jasa, seperti penyewaan transportasi dan perhotelan, yang dibuktikan dengan meningkatnya hunian hotel, rumah sewa, hingga kos-kosan di Dumai. Hal ini menandai meningkatnya aktivitas ekonomi tumbuh di Kota Dumai selama periode TA Mayor Kilang Pertamina Dumai berlangsung.

Dia berharap pelaksanaan TA Mayor Kilang DUmai ini tidak hanya mendukung rantai pasok energi terjaga, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.

Dibagian lain Anisa dari Kelurahan Tanjung Palas, seorang ibu rumah tangga yang menjadi salah satu pelaku UMKM Kantin TA Kilang Dumai mengungkapkan apresiasinya atas dukungan dan bantuan yang diberikan oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai.

Menurutnya, keterlibatan ia dalam kesempatan tersebut telah membantu menggerakan perekonomian keluarganya. Pendapatan Rp30 ribu di awal, lanjutnya, dengan dukungan strategi promosi penjualan oleh tim CSR Kilang Pertamina Dumai secara perlahan pendapatannya meningkat hingga mencapai Rp 3 juta lebih perhari.

Alih – alih dia pun mengucapkan terimakasih kepada Pertamina yang sudah bisa membantunya melalui UMKM. Sebab, tambah dia, dengan adanya TA mayor maka ekonomi keluarganya terbantu. Apalagi sang suami tidak memiliki pekerjaan tetap.

Hasil bekerja di kantin, sambung Anisa, ia gunakan kembali sebagai modal untuk membuka kedai harian dirumah, yang menjual kebutuhan harian seperti sayur-mayur dan ikan segar. Dan sebagainya.

Ditempat terpisah  Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Dumai, Zulfan Isnaini menyampaikan apresiasi atas dukungan menyusul dilibatkannya pelaku UMKM tempatan.

KANTIN PEKERJA: Selain dimanfaatkan pedagang asongan, program TA mayor juga berdampak terhadap sektor kuliner terlebih kantin yang siap 24 jam melayani pekerja, Kamis (14/5). 

f/dok hendri  

Lbih jauh eksekutif muda ini menjelaskan jika sekitar 11 ribu person yang terlibat dalam program TA mayor membelanjakan uang sekitar Rp100 ribu perhari maka uang beredar di tengah masyarakat sekitar Rp 110.0000.000.

Selain sektor konsumtif maka pengaruhnya sangat signifikan terhadap jasa seperti sewa pemondokan, transportasi dan sebagainya.

Ya, TA mayor yang dilakukan PT PPN RU Dumai tidak hanya sebatas meningkatkan kelang keandalan kilang yang diresmikan 8 September 1971 oleh Presiden Soekarno dalam kerangka menjaga ketahanan energi nasional  terlebih di wilayah Sumatra bagian utara, namun membawa berkah bagi warga Dumai. Paling tidak miliaran rupiah beredar di tengah mereka yang berimbas terhadap bergeraknya sektor riil yang gilirannya meningkatkan daya beli yang terpuruk dampak ekonomi global. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *