
TEMPORIAU.co BENGKALIS, 6 November 2026 – Riyanti, ibu rumah tangga dengan bayi yang baru lahir, membutuhkan air bersih setiap hari. Namun warga Dusun Kayu Kapur, Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis ini belum memiliki sumber air sendiri, sehingga harus berusaha lebih keras untuk mendapatkannya. Kesulitan serupa dialami warga RT 03 dan RT 04. Saat hujan, mereka menampung air. Saat kemarau, persediaan menipis dan warga bergantung pada penjual air keliling atau sumber air di sekitar rumah.
Kondisi itu berubah lewat Program Air Bersih untuk Kehidupan, inisiatif Community Involvement and Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Selain membangun sarana air bersih, program ini mendampingi warga agar fasilitas dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan. Riyanti tidak hanya menerima manfaat, tetapi ikut menggerakkan program. Ia membantu administrasi, mengoordinasikan warga, dan menghibahkan sekitar 3 meter persegi tanahnya sebagai lokasi fasilitas.
“Saya merasa bersyukur dengan adanya program air bersih ini karena sangat bermanfaat bagi saya dan masyarakat sekitar,” ujar Riyanti.
Program berawal dari hasil musyawarah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintah Desa Pinggir yang diajukan kepada PHR pada 2025. Tim CID meninjau lokasi pada November 2025, lalu melakukan asesmen lanjutan bersama perangkat desa pada Maret 2026. Pada April 2026, 25 perwakilan calon penerima manfaat menyepakati swadaya pemasangan pipa ke rumah masing-masing. Pengeboran pada Mei 2026 menghasilkan air jernih dengan debit yang cukup.

Warga juga dibekali kemampuan mengelola fasilitas. Pada Juni 2026, Workshop Pipanisasi Air Bersih ke Rumah Tangga membahas teknik pemasangan dan pemeliharaan pipa, pembentukan kelompok pengelola, serta manajemen swakelola. Pada Oktober 2026, warga mengikuti Pelatihan Hidup Bersih, Sehat, dan Kebersihan Lingkungan, termasuk praktik mencuci tangan yang benar. Pada kesempatan itu, sarana air bersih diserahterimakan kepada kelompok pengelola dan masyarakat penerima manfaat untuk dikelola dengan pendampingan pemerintah desa.
Kini 25 orang Penerima Manfaat Langsung di Desa Pinggir menikmati air bersih yang mengalir langsung ke rumah, tanpa lagi bergantung pada air hujan. “Jika sebelumnya harus berupaya mencari atau membeli air, kini sumbernya bisa diakses dari rumah,” demikian perubahan yang dirasakan Riyanti dan warga lainnya.
Perwakilan BPD Desa Pinggir, Lasimin, berharap fasilitas ini dijaga bersama agar manfaatnya terus dirasakan. “Mewakili masyarakat Desa Pinggir, kami sangat bersyukur atas hadirnya program air bersih ini,” ujarnya.

Melalui program ini, PHR mendorong keterlibatan dan kemandirian masyarakat dalam mengelola fasilitas, bersama Dompet Dhuafa, Pemerintah Desa Pinggir, BPD, dan warga.
TENTANG PHR ZONA ROKAN
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.
Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:
Victorio Chatra Primantara
Sr Officer Media Relations Zona Rokan
HP: 0821-6210-3858
victorio.primantara@pertamina.com