Diskominfotik Bengkalis Edukasi Siswa SD Negeri 5 Penggunaan Gawai, Bullying dan Hoaks

 

 

 

 

 

 

 

TEMPORIAU.co BENGKALIS – Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis kembali melaksanakan Program DSS (Diskominfotik Sambangi Sekolah) yang kali ini menyasar SD Negeri 5 Bengkalis, Kamis, 18 Juni 2026.

Program ini merupakan upaya Diskominfotik dalam memberikan edukasi kepada pelajar mengenai penggunaan gawai secara bijak, pencegahan perundungan (bullying), serta peningkatan kewaspadaan terhadap informasi hoaks yang banyak beredar di ruang digital.

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan yang diikuti para siswa tersebut diawali dengan sambutan Kepala SD Negeri 5 Bengkalis, Rahmad, yang mengapresiasi pelaksanaan Program DSS karena dinilai sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi anak-anak di era digital saat ini.

“Kami siap menerima dan mendukung seluruh program pemerintah yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, khususnya program yang berkaitan dengan pembentukan karakter, peningkatan literasi, serta perlindungan anak. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak manfaat yang dirasakan oleh peserta didik,” ujar Rahmad.Pada kesempatan tersebut, Rahmad turut menyinggung prestasi terbaru diraih siswa SD Negeri 5 Bengkalis atas nama Rindu, berhasil mendapat Juara III cabang olahraga pencak silat pada ajang O2SN-SD tingkat Kabupaten Bengkalis.

 

 

 

 

 

 

 

Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak hanya dituntut cakap dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan bakat dan kemampuan di berbagai bidang secara positif.

Sementara itu, Koordinator Program DSS Diskominfotik Bengkalis, Muhammad Jazam, menjelaskan SD Negeri 5 merupakan sekolah ketiga yang dikunjungi dalam pelaksanaan program tersebut setelah sebelumnya dilaksanakan di SD Negeri 46 dan SD Negeri 1 Bengkalis.

 

 

 

 

 

 

 

Dalam kesempatan itu, Jazam menjelaskan bahwa Diskominfotik memiliki fungsi sebagai regulator sekaligus perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam bidang komunikasi dan digital.

Menurutnya, pemerintah saat ini memberikan perhatian besar terhadap perlindungan anak di ruang digital.

“Beberapa negara juga telah menerapkan kebijakan serupa. Ini menunjukkan bahwa di tengah perkembangan teknologi digital yang begitu pesat, terdapat aspek-aspek yang harus dilindungi, terutama yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Jazam menambahkan pelaksanaan Program DSS juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program Kabupaten Layak Anak (KLA). Dalam program tersebut, Diskominfotik memiliki tugas untuk memberikan edukasi kepada anak-anak agar mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab serta hal lainnya yang berkaitan dengan Diskominfotik.

Materi edukasi selain disampaikan Muhammad Jazam, juga disampaikan Siti Rohani dan Nurfaiza. Narasumber dari Diskominfotik Bengkalis ini memberikan pemahaman mengenai penggunaan gawai yang sehat, dampak bullying terhadap korban maupun pelaku, cara membangun sikap saling menghormati antar teman, serta langkah-langkah sederhana mengenali dan menghindari hoaks di media sosial maupun aplikasi perpesanan.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama siswa. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan dan aktif berbagi pengalaman terkait penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Program DSS, Diskominfotik Bengkalis berharap dapat meningkatkan literasi digital sejak usia dini serta membentuk generasi yang cerdas, beretika, peduli terhadap sesama, dan mampu menggunakan teknologi secara aman serta bertanggung jawab.(inf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *