
TEMPORIAU.co DURI, 28 April 2026 – Di tengah tantangan penurunan produksi alami di lapangan minyak Blok Rokan, SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) justru berhasil membuktikan bahwa lapangan tua ini masih menyimpan potensi raksasa yang belum sepenuhnya terjamah.
Sumur pengembangan terbaru, TOPI-002, yang terletak di struktur Karangan atau sekitar 20 kilometer dari Kota Duri secara mengejutkan mencatatkan produksi awal (initial production) sebesar 795 barel minyak per hari (BOPD). Angka ini menjadi suntikan energi baru bagi target lifting migas nasional.
Keberhasilan ini diperoleh setelah tim teknis melakukan uji produksi pada lapisan Bekasap (BK2800 Lower). Hanya pada kedalaman 937–939 meter, sumur ini mampu menghasilkan minyak dengan volume yang signifikan, membuktikan bahwa strategi pengeboran di wilayah kerja (WK) Rokan masih sangat efektif.
Tak hanya soal volume minyak, proyek ini juga menjadi tolok ukur efisiensi operasional PHR. Berikut adalah rincian performa pengeborannya yakni teknologi metode Directional Drillingtipe J dengan dukungan Rig ACS#23 (750 HP). Kemudian secara durasi rampung dalam 25 hari hingga kedalaman akhir 1.136 meter MD.

Dan, efisiensi biaya, proyek ini hanya menelan biaya USD 935 ribu, atau setara dengan 76% dari anggaran yang direncanakan. Artinya, tim berhasil menghemat biaya hingga 24% dari pagu awal.
General Manager (GM) Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari perencanaan yang presisi dan eksekusi lapangan yang solid. “Keberhasilan sumur TOPI-002 adalah bukti bahwa optimasi di lapangan mature masih sangat mungkin. Kami tidak hanya mengejar volume, tapi juga memastikan setiap proses dan produksi dihasilkan dari proses yang efektif dan selamat,” ujar Andre.
Langkah selanjutnya, operator akan fokus pada uji produksi lanjutan untuk menentukan laju alir optimal. Hal ini krusial untuk menjaga reservoir dan meminimalisir risiko kadar air (water cut) yang tinggi, tantangan klasik di lapangan migas yang sudah matang.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam keterangan resminya menyambut baik pencapaian ini. Ia optimistis bahwa sumur TOPI-002 akan memberikan kontribusi dan dampak signifikan bagi ketahanan energi Indonesia.***
# # # # # # # #
TENTANG PHR ZONA ROKAN
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.
Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:
Victorio Chatra Primantara
Sr Officer Media Relations Zona Rokan
HP: 0821-6210-3858
victorio.primantara@pertamina.com