DUH! Mbah Tukiyem Bertahan Sendirian Tempati Lapak Jualan di Pasar Rakyat Lepin Dumai

DUMAI, TEMPORIAU.co – Sekitar bulan Juni tahun 2022 silam, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Dumai membangun Pasar Rakyat Lepin di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Dumai.

Pembangunan pasar rakyat Lepin ini tampak memakai desain pasar tradisional modern ditata rapi dan teratur.

Pasar tradisional Lepin ini dibangun oleh kontraktor Pelaksana CV Titian Mulia Kontraktor, dibiayai dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian Perdagangan RI tahun anggaran 2022 sebesar Rp 3.567.300.000,- (tiga miliar lima ratus enam puluh tujuh juta tiga ratus ribu rupiah).

Kemudian, pada bulan Desember tahun 2023, gedung pasar tradisional rakyat Lepin ini diresmikan Pemerintah Kota Dumai melalui Sekda Indra Gunawan, mewakili Walikota Dumai, H Pasal SKM MARS.

Para pedagang yang menempati los terdiri dari 4 blok dan 105 los atau lapak ini, diketahui merupakan pedagang pindahan dari pasar Jalan Dock Yeard, bundaran, pasar Jalan Ombak maupun dari warga sekitar Lepin.

Sejak los Pasar Rakyat Lepin diresmikan Desember 2023 silam, para pedagang sempat menempati atau berjualan di los Pasar tersebut dengan kondisi ramai belanja dan awalnya berjalan normal saja.

Akan tetapi kondisi itu menurut pedagang berubah sepi dari orang yang datang belanja. Hanya berjalan sekitar dua mingguan saja kemudian pedagang pun berangsur berkurang dan tidak jualan lagi atau berpindah ke pajak semula.

“Ia pak, pedagang di sini hanya bertahan sekitar dua minggu saja karena lebih banyak orang jualan dari pembeli”, imbuh salah seorang warga sekitar pasar kepada media ini, Rabu (7/8/2024).

Namun dengan kondisi para pedagang yang tidak lagi menempati los pasar tradisional Lepin tersebut berbeda dengan mbah Tukiyem yang memilih tetap bertahan di los pasar Lepin itu walau hanya dia sendiri yang terus berjualan.

Mbah Tukiyem mengaku biar bertahan saja di los pasar Lepin tersebut karena ada juga warga sekitar yang datang belanja cabai, bawang, sayuran dan yang datang membeli.

“Biar saja la saya di sini pak capek pindah-pindah. Warga di sekitar sini ada juga datang belanja”, ujar mbah Tukiyem saat ditemui media ini di lapaknya, Rabu.

Terkait pasar rakyat Lepin yang sudah tidak ada lagi aktivitas jual beli karena sudah ditinggal para pedagang, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Dumai, Fridarson SH, MSi, menyebut pihaknya telah menyikapi hal tersebut.

Menurut Fridarson Disperindag tengah mengkaji bagaimana pasar tradisional tersebut bisa dikelola swasta yang berpengalaman mengelola pasar tradisional.

Dijelaskan Fridarson, bahwa saat pendataan banyak pedagang yang berminat untuk menempati los pasar tradisional Lepin termasuk warga sekitar lingkungan pasar dan semua di akomodir.

Namun dalam perkembangannya kata Fridarson, pedagang kemudian berkurang dengan alasan karena omzet menurun kata pedagang.

Dengan kondisi itu, jelas Fridarson, Pemerintah melakukan upaya agar banya yang belanja dan pasar terkelola maka dibentuk perkumpulan pedagang pasar Lepin.

Selain itu pemerintah menerbitkan voucher belanja bagi pembeli yang datang dan pertemuan evaluasi dengan pedagang.

Dengan kondisi pasar rakyat Lepin yang sudah ditinggal para pedagang, pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Dumai tengah mengkaji bagaimana pasar tradisional Lepin bisa normal kembali.

“Kami saat ini tengah mengkaji bagaimana pasar ini bisa dikelola swasta yang berpengalaman mengelola pasar tradisional”, ujar Fridarson mengakhiri penjelasannya.**

 

Liputan : Tambunan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *