
DUMAI, TEMPORIAU.co – Proyek pembangunan penggantian jembatan lama Jalan Soekarno-Hatta Kota Dumai akhirnya selesai dikerjakan.
Namun setelah selesai proyek pengerjaannya penggantian dan baru dibuka untuk dilewati semua jenis kendaraan, aspal oprit jembatan mengalami keretakan.
Sebagaimana diketahui, aspal dan Oprit jembatan merupakan bagian landasan jembatan yang menghubungkan permukaan jalan dengan bagian atas struktur jembatan.
Oprit jembatan yakni timbunan tanah atau urugan yang dibuat di belakang abutment jembatan. Oprit jembatan berfungsi sebagai akses jalan menuju jembatan.
Projects Manager pelaksana CV Alfaro Jaya Utama, Dani, selaku kontraktor pelaksana proyek pembangunan penggantian jembatan Soekarno-Hatta Dumai saat dihubungi media ini membenarkan ada kerusakan pada aspal Oprit jembatan dan akan diperbaiki kembali.
“Iya bang ada diujung yang sleding aspal kita, ini akan kita perbaiki kembali”, ujar Dani menjawab konfirmasi suarapersada.com lewat nomor WhatsAppnya, Jumat (31/1/2025).
Diketahui, bahwa terjadi kerusakan sliding aspal mengakibatkan aspal retak dan terkelupas atau tergeser dapat berdampak pada kenyamanan dan keselamatan pengguna kendaraan khususnya kenderaan roda dua.
Saat media ini turun ke lokasi proyek jembatan tersebut, salah seorang pekerja di lokasi proyek diajak bincang media ini jugai membenarkan aspal sliding.
Terjadi sliding aspal sedikit keretan Oprit jembatan menurutnya karena dibawah aspal Oprit yang retak ada saluran drainase lama dibawah Oprit yang ditimbun. Katanya sebelumnya tidak mereka ketahui.
Terpisah dikonfirmasi lewat nomor WhatsAppnya soal aspal Oprit jembatan Soekarno-Hatta Dumai yang baru dibuka dan dilalui kenderaan semua jenis mengalami keretakan, Darmawi, selaku pejabat Balai Pelaksana Jalan Nasional Riau, Satuan kerja pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Riau, belum menanggapi.
Dilansir media ini sebelumnya, proyek pembangunan penggantian jembatan lama Jalan Soekarno-Hatta Kota Dumai dibangun menggunakan dana bantuan Surat Berharga Sukuk Negara (SBSN) tahun anggaran 2024.
Dana yang digelontorkan pemerintah pusat melalui dana bantuan SBSN untuk anggaran pembangunan jembatan yakni sebesar Rp 10.914.436.000.
Proyek tersebut semestinya berakhir pada Desember 2024 lalu karena waktu pelaksanaan proyek hanya selama 134 hari.
Namun terpantau dilokasi proyek jembatan hingga hari ini pertanggal 31 Januari 2025, pengerjaan di lokasi proyek masih tampak aktivitas kerja penimbunan sisi bahu jembatan.
Memang, sebelumnya kepada media ini diakui manager pelaksana CV Alfaro Jaya Utama, Dani, bahwa pelaksanaan pekerjaan mereka diberikan waktu kesempatan sampai 50 hari kerja oleh owner.
“Pelaksanaan pekerjaan kita diberi waktu kesempatan sampai 50 hari kerja”, ujar Dani saat itu.
Disampaikan Dani, waktu kesempatan penyelesaian pengerjaan proyek sesuai Perpres nomor 12 tahun 2021.**
Liputan : Tambunan