
DUMAI, TEMPORIAU.co – Jalan Soekarno-Hatta Kota Dumai yang mengalami kerusakan akibat kondisi permukaan lapisan aspal lama terkelupas atau berlubang kembali diperbaiki.
Namun terpantau di lokasi saat perbaikan melapisi aspal baru pada permukaan jalan berlobang dan terkelupas tidak ada menggunakan alat berat Cold Milling Machine.
Cold Milling machine merupakan alat berat yang seyogianya digunakan untuk proses pengerukan atau membuang permukaan lapisan aspal jalan rusak dan pembersihan untuk diganti lapisan material aspal baru untuk mencapai hasil yang maksimal.
Artinya, pada pengerjaan permukaan jalan yang rusak dan berlubang tersebut tidak discrap atau dibersihkan lebih dahulu namun material aspal panas langsung dihamparkan.
Dengan kondisi sistem kerja yang dilakukan pekerja di jalan Soekarno Hatta tersebut dapat dinilai tidak akan menghasilkan kualitas bagus.
Menyikapi sistem kerja yang dilakukan para pekerja saat perbaikan permukaan jalan Soekarno-Hatta yang rusak berlobang tersebut apakah demikian SOP nya, media ini belum dapat menghubungi Kepala Balai Jalan Nasional Kementerian PU Wilayah Riau, Yohanes Tulak.
Sementara itu dihubungi terpisah lewat nomor WhatsAppnya, pejabat bagian Program Balai Jalan Nasional Kementerian PU Wilayah Riau, Darmawi, mengatakan belum begitu mengetahui dengan lokasi yang dikerjakan apakah masuk lokasinya masa pemeliharaan yang dikerjakan PT Bangun Mitra Abadi (BMA) atau pada lokasi rutin.
“Prinsipnya pekerjaan rutin pun harusnya dikerjakan sesuai SOP pemeliharaan rutin”, jelas Darmawi menanggapi saat dihubungi lewat nomor WhatsAppnya, Jumat (24/1/2025).
Sementara itu, pejabat Balai Jalan Nasional Kementerian PU Wilayah Riau, Odra Rachmawati, dihubungi media ini terkait pengerjaan perbaikan permukaan jalan Soekarno-Hatta yang kondisi rusak berlobang disebutnya adalah pengerjaan pemeliharaan.
Soal sistem pengerjaan permukaan jalan yang rusak tidak dikeruk atau discrap terlebih dahulu menurut Odra Rachmawati karena alat berat Cold Milling kondisi rusak. “Alat Cold Milling rusak”, tandas Odra Rachmawati.
Namun kata Odra Rachmawati lagi hal itu dikerjakan untuk fungsional supaya tidak berbahaya.
“Untuk fungsional supaya tidak berbahaya”, kata dia lagi sembari menyampaikan atensi dan ucapan terimakasihnya atas informasi yang disampaikan media ini.
Kondisi jalan Soekarno-Hatta Kota Dumai yang baru sekitar dua tahun usai di aspal ulang atau overlay sepanjang 440 meter (dua jalur) kondisi kerusakannya tampak memprihatinkan.
Banyak di hamparan jalan ini yang terdapat lobang-lobang menganga maupun aspal terkelupas membuat pengendara khususnya pemotor sangat resah karena dapat mengacam keselamatan mereka.**
Liputan : Tambunan