
ROHIL, TEMPORIAU.co – Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil), Riau, Sulaiman, buka suara terkait viral video cekcok dan nyaris adu jotos antara dia dengan Bupati Afrizal Sintong.
Sulaiman mengaku, cekcok terjadi karena kecewa tak diundang pada acara pelantikan Pjs kepala desa.
Dia (Sulaiman-red) mengaku seolah tidak dianggap oleh Afrizal Sintong sebagai wakil. Bahkan di berbagai acara Sulaiman mengaku tidak pernah dilibatkan dan diundang.
Puncaknya, Sulaiman mendatangi lokasi pelantikan Pjs kepala desa oleh bupati di jalan lintas Pesisir Pedamaran pada sore kemarin. Ia datang karena tahu ada acara pelantikan melalui WAG.
“Saya tanya mana undangan yang lain tak diundang,” tegas Wabup Sulaiman, dilansir dari laman detiksumut, Jumat (2/2/2024).
Saat bertanya itulah tiba-tiba istri Bupati Afrizal berdiri. Hal itu terekam jelas dari video yang viral di media sosial sebelum keduanya cekcok.
Sulaiman mengakui emosinya naik karena istri Afrizal ikut campur. Bahkan Sulaiman mengaku sempat menjelaskan itu urusan bupati dan wakil bupati.
“Datang istri (istri Bupati Afrizal Sintong) entah cakap apa saya tak tahu, saya tunjuk dan bilang ‘jangan ikut campur, ini urusan saya sama bupati’. Bediri bupati, saya didorong,” kata Sulaiman.
Sulaiman pun langsung merespon dengan kembali mendorong Afrizal Sintong. Tak lama ajudan dan masyarakat mendatangi keduanya untuk melerai.
“Ini masalahnya sudah lama, direndahkan betul sama bupati. Pelantikan terakhir ini pelantikan Pjs kepala desa masa saya tak ada dikasih tahu, tidak ada diundang saya datang sendiri,” kata Sulaiman.
Menurut Sulaiman, acara tersebut awalnya tidak diketahuinya namun kemudian tahu dari grup wa. “Kan itu ada undangan sekda lah saya lihat kok tidak ada nama saya diundangan. (Cekcok) karena itu, saya menanyakan soal masalah ini. Intinya kecewa,” jelasnya.
Sebelumnya dilansir media ini, video cekcok Bupati Afrizal Sintong dan Wakil Bupati Sulaiman di tengah keramaian undangan acara pelantikan Sejumlah Pjs kepala desa di daerah itu beredar luas di media sosial.
Keduanya yang duduk bersebelahan cekcok dan nyaris adu jotos namun kemudian dilerai oleh pihak yang ada disekitarnya.
Editor : Tambunan